Islam merupakan agana yang rahmatan lil ‘aalamiin, yaitu rahmat untuk seluruh alam semesta. Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki akhlak yang mulia. Salah satu di antaranya adalah memuliakan tamu. Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang anjuran untuk memuliakan tamu. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِى جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits di atas menjelaskan betapa pentingnya memuliakan tamu, karena yang tidak memuliakan tamu disamakan dengan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, maksudnya adalah dengan tidak memuliakan tamu berarti dia tidak meyakini akan adanya perintah dari Allah untuk memuliakan tamu.
Salah satu cara memuliakan tamu adalah dengan menyambutnya dengan sikap yang sopan dan menyenangkan serta menghidangkan makanan sesuai dengan kemampuannya.
Di dalam kitab Tanbihul Ghofiliin dijelaskan tentang 3 hal yang harus dilakukan oleh seseorang yang sedang menerima tamu, yaitu:
1. Tidak membebani tamu dengan sesuatu yang tidak sanggup dilakukannya, dan tidak melampaui apa yang disunahkan (seperti menyediakan sesuatu sewajarnya dan sesuai kemampuannya).
2. Memberi makan makanan yang halal.
3. Menjaga waktu sholatnya.
Sedangkan seseorang yang sedang bertamu pun harus juga memperhatikan batasan-batasan bertamu diantaranya adalah tidak melebihi waktu bertamu, yaitu selama tiga hari tiga malam. Dan di dalam kitab yang sama dijelaskan pula 3 hal yang harus diperhatikan ketika bertamu, yaitu:
1. Duduk. Maksudnya adalah tidak bertindak seperti di rumahnya sendiri, dan bersikap sopan.
2. Ridho dengan apa yang disediakan oleh tuan rumah.
3. Mendo'akan tuan rumah agar diberkahi ketika pulang.
Inilah salah satu akhlak yang harus tercermin dalam diri setiap muslim karena Nabi Muhammad Saw diutus di dunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dan akhlak seseorang itu merupakan cerminan dari hatinya, jika akhlaknya baik, maka seperti itulah apa yang ada di dalam hatinya dan apabila akhlaknya buruk , maka sebenarnya seperti itu pula apa yang ada di dalam hatinya.
Sumber: Kitab Tanbihul Ghafilin merupakan sebuah kitab karya Abu Laits As Samarqandi. Sebuah kitab yang membahas seputar peringatan orang-orang yang lalai,
والله اعلم بالصواب
Semoga bermanfaat.
