Wednesday, October 16, 2019

Rasa yang terpatri

Sudah saatnya dunia tak lagi seindah bayangan. Jangan terkurung oleh kenangan. Jalan. Iya, jalan kedepan. Bukan berati belakang tak lagi ada. Kita hanya menata hati, di mana kita tak lagi bersama. Sudah cukup hari lalu. Di sana tersimpan kenangan sendu. Hanya tersisa residu, dengan asap menggumpal air mata tangis. Mari sekarang tersenyum manis. Biar yang manis kembali hadir. Bukan tentang takdir. Tetapi tentang kita yang sudah usang. Selamat bangkit, dan berjalan kembali dengan gagah.

Saat ini hanya luka yang tertanam dalam hati, hanya mimpi yang kumiliki, hanya bahagia yang kuharap. Kau tertawa riang  di balik lukaku, kauhempaskan semua mimpi yang kumiliki, kaubuang harapku tuk bahagia bersamamu. Hanya sakit dan sakit yang kauberi.

Wednesday, October 2, 2019

Romansa Senja


Indah permai kala langit membiaskan cahaya senjanya.
Meliput kisah di bawah sinar jingganya.
Awan awan putih yang menggumpal pecah di setiap sisinya.
Kini hadir dengan pesonanya yang luar biasa.
.....

Tentang...

...
Romansa senja ku.
Yang masih berkutat di masa lalu.
Di lorong lorong waktu yang sudah berlalu.
Cerita penuh bahagia.
Tawa tawa yang meriah.
Melambai lambai ingin menglanginya.
Namun,ternyata sungguh tak bisa.

.....

Ah..
.....
Nyatanya,Romansa senja ku sudahlah berbeda.
Dan Senja.
Kini hanya sore yang berwarna jingga.
Bukan lagi.
Sore yang bersahaja.

Cirebon, 2 Oktober 2019

Aku bukanlah penyair

Aku bukanlah penyair 
Sebab setiap membuat karya mesti perlu banyak berfikir
Aku bukanlah penyair
Sebab lamunanku tak pernah membuahkan hasil
Aku bukanlah penyair
Sebab setiap merangkai kata masih menggunakan kamus besar bahasa indonesia
Dan aku bukanlah penyair
Aku hanya berpura - pura menjadi penyair.

.....

Enaknya jadi penyair
Bengang - bengong saja dikira berfikir
Kesulitan tidur, disangka sibuk tafakur
Tak punya duit, di puji hidup bersahaja ben irit
Enaknya jadi penyair
Disangka enak jadi penyair
wkwkwk...

Cirebon, 13 april 2019

kekecewaan

Merah merekah indah
kala penghujung hari telah tiba
dengannya kau menikmati mega dalam naungan semesta
Membicarakan soal kehidupan
Seraya Merencanakan masa yang akan datang.
Aku terdiam. termenung dalam kehampaan,
Melihat orang yang ku idamkan telah berpindah kelain pelukan.
Di situ, ditempat pertama kali menemukanmu, aku terbelenggu.
Membasuh luka pada ratapan hati yg pilu,

....

Mungkin waktu itu kecewaku yang terakhir kali karnanya
Aku kirim puisi padanya tentang "kecanduan senyummu" aku pikir itu akan membuatnya tertawa tapi nyatanya dia malah bertanya "maksudnya apa?"
Dengan sedikit kaget aku menjawab "Hanya berisi puisi, menepati janji tak lebih"
Lalu ia bertanya lagi " masih adakah aku dihatimu?"
"Mmaasihh" jawab ku dengan ragu dan bingung
"Pergilah lupakan aku cari pengganti yang baru" ujarnya
Sontak aku langsung terdiam, menahan rasa kecewa yang begitu menikam.
Berhari - hari merangkai kata
Berkali - kali salah dalam penulisan
Berharap kau akan bahagia namun justru penolakan dan kekecewaan  yang aku terima.
Dalam sekejap aku memutuskan pergi walau itu tak mungkin  terjadi
Entah salah atau benar keputusanku itu, tapi yang jelas telah kusuarakan pada kekecewaan yang begitu menikam di kalbu.

Sahabat

Sahabat... Pergilah kalian menuju sebuah impian Lalu tumpahkanlah segala kerinduan yang telah terlewatkan bawalah mereka pada titik temu...