Thursday, May 20, 2021

Filosofi Ketupat Lebaran Ala Jawa

 *Filosofi Ketupat*


Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. 


Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.


*Arti Kata Ketupat*


Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.

Laku papat artinya empat tindakan.


*Ngaku Lepat*


Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.


*Laku Papat*


1. Lebaran.

2. Luberan.

3. Leburan.

4. Laburan.


*Lebaran*

Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. 


*Luberan*

Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.

Pengeluaran zakat fitrah.


*Leburan*

Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.


*Laburan*

Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.


*FILOSOFI KUPAT - LEPET*


*KUPAT*

Kenapa mesti dibungkus janur? 

Janur, diambil dari bahasa Arab "Ja'a nur" (telah datang cahaya). 

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.

Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.

Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur). 


*LEPET*

Lepet = silep kang rapet.

Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.

Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.


Moga bermanfaat.. 


Mohon maaf lahir dan bathin moga Alloh SWT selalu melimpahkan magfirohNya pada kita semuaa aaamiiiin ...... 🙏🙏🙏🙏

Friday, May 14, 2021

Senja Yang merindu

 

Senja yang merindu

          Take by:jans brother_

 

 

 

Kala itu aku bersama mu menyusuri hangatnya sinar jingga,

melukis segaris kenyamanan yang tertangkap raut keindahan ,

meyapa orang yang mungkin saja tak pernah mendapat sapaan, bersama mu mampu membuatku merasa “ah... inilah tempat pulangku” mensyukuri keberuntungan yang tuhan limpahkan untukku..

Berjalan kesana kemari diiringi tawa yang menggema,

 merasuk kedalam gendang telinga

Tak pernah kau lepaskan kaitan jemariku

menggegam erat dengan rasa hangat,

Lalu duduk ditepian kebahagiaan yang menyamar menjadi pantai,

Berbincang ria seolah kitalah yang paling bahagia

Sampai sinar itu hilang digantikan dengan dinginnya malam.

Kamu mengajakku pulang karna khawatir aku kedinginan,

padahal bagiku bukan itu yang aku khawatirkan...

Semua berjalan sesuai skenario sang maha cinta..

Tak ada luka, kecewa, dan hampa,

yang ada hanya rasa bahagia yang sudah kau berikan padaku...

Dan disenja senja berikutnya....

aku tetap memperlihatkan sebuah senyum indah yang menghangatkan

untuk lelaki yang selalu terpatri dalam hati...

“Hariku tak pernah tertinggal kata sempurna” begitulah orang orang menilaiku

Tak aku pungkiri karna bagiku

aku sudah seperti merpati yang memiliki sayap yang sangat indah

yang mampu berkelana kemana pun dia mau..

Tanpa ada rasa khawatir kecewa menghampiri ataupun sekedar mampir..

Sampai disuatu titik tertentu yang mengharuskan

aku menjadi yang benar benar paling ikhlas..

Iya, tepat disenja setelah kau mengungkapkan niat

 untuk merajut asa bersamaku yang membuat aku menjadi wanita paling bahagia...

Kau kembali mengajakku bercengkrama, tepat ditempat yang sama,

waktu yang sama dan....

ucapan yang sama...

namun sedikit mengikis luka..

kau tau? Aku pernah menjadi yang paling cemas perihal kamu lalu,

dipaksa menjadi yang paling ikhlas atas perginya kamu

dari skenario terindah yang aku punya..

setelah hari itu senjaku sedikit berbeda

karna tidak ada kata bahagia yang mataku utarakan..

aku duduk termangu meneliti setiap tetes air hujan yang mengenai wajahku. Iya, senja kali ini hujan ..

hujan membawa sedikit luka yang aku punya...

perihal kamu yang akan selalu aku rindu,

andaii sajaa kala itu kau tak pernah

mengutarakan niatmu mungkin tidak akan sesakit ini..

kau tau ? ucapanmu selalu terngiang diikepalaku..

“aku dijodohkan dengan masa laluku..:(“ ucapmu kala senja yang kesekian...

 

 

 

 

 

                             Indramayu, 11 mei 2021

                              In my room

 

Wednesday, October 16, 2019

Rasa yang terpatri

Sudah saatnya dunia tak lagi seindah bayangan. Jangan terkurung oleh kenangan. Jalan. Iya, jalan kedepan. Bukan berati belakang tak lagi ada. Kita hanya menata hati, di mana kita tak lagi bersama. Sudah cukup hari lalu. Di sana tersimpan kenangan sendu. Hanya tersisa residu, dengan asap menggumpal air mata tangis. Mari sekarang tersenyum manis. Biar yang manis kembali hadir. Bukan tentang takdir. Tetapi tentang kita yang sudah usang. Selamat bangkit, dan berjalan kembali dengan gagah.

Saat ini hanya luka yang tertanam dalam hati, hanya mimpi yang kumiliki, hanya bahagia yang kuharap. Kau tertawa riang  di balik lukaku, kauhempaskan semua mimpi yang kumiliki, kaubuang harapku tuk bahagia bersamamu. Hanya sakit dan sakit yang kauberi.

Wednesday, October 2, 2019

Romansa Senja


Indah permai kala langit membiaskan cahaya senjanya.
Meliput kisah di bawah sinar jingganya.
Awan awan putih yang menggumpal pecah di setiap sisinya.
Kini hadir dengan pesonanya yang luar biasa.
.....

Tentang...

...
Romansa senja ku.
Yang masih berkutat di masa lalu.
Di lorong lorong waktu yang sudah berlalu.
Cerita penuh bahagia.
Tawa tawa yang meriah.
Melambai lambai ingin menglanginya.
Namun,ternyata sungguh tak bisa.

.....

Ah..
.....
Nyatanya,Romansa senja ku sudahlah berbeda.
Dan Senja.
Kini hanya sore yang berwarna jingga.
Bukan lagi.
Sore yang bersahaja.

Cirebon, 2 Oktober 2019

Aku bukanlah penyair

Aku bukanlah penyair 
Sebab setiap membuat karya mesti perlu banyak berfikir
Aku bukanlah penyair
Sebab lamunanku tak pernah membuahkan hasil
Aku bukanlah penyair
Sebab setiap merangkai kata masih menggunakan kamus besar bahasa indonesia
Dan aku bukanlah penyair
Aku hanya berpura - pura menjadi penyair.

.....

Enaknya jadi penyair
Bengang - bengong saja dikira berfikir
Kesulitan tidur, disangka sibuk tafakur
Tak punya duit, di puji hidup bersahaja ben irit
Enaknya jadi penyair
Disangka enak jadi penyair
wkwkwk...

Cirebon, 13 april 2019

kekecewaan

Merah merekah indah
kala penghujung hari telah tiba
dengannya kau menikmati mega dalam naungan semesta
Membicarakan soal kehidupan
Seraya Merencanakan masa yang akan datang.
Aku terdiam. termenung dalam kehampaan,
Melihat orang yang ku idamkan telah berpindah kelain pelukan.
Di situ, ditempat pertama kali menemukanmu, aku terbelenggu.
Membasuh luka pada ratapan hati yg pilu,

....

Mungkin waktu itu kecewaku yang terakhir kali karnanya
Aku kirim puisi padanya tentang "kecanduan senyummu" aku pikir itu akan membuatnya tertawa tapi nyatanya dia malah bertanya "maksudnya apa?"
Dengan sedikit kaget aku menjawab "Hanya berisi puisi, menepati janji tak lebih"
Lalu ia bertanya lagi " masih adakah aku dihatimu?"
"Mmaasihh" jawab ku dengan ragu dan bingung
"Pergilah lupakan aku cari pengganti yang baru" ujarnya
Sontak aku langsung terdiam, menahan rasa kecewa yang begitu menikam.
Berhari - hari merangkai kata
Berkali - kali salah dalam penulisan
Berharap kau akan bahagia namun justru penolakan dan kekecewaan  yang aku terima.
Dalam sekejap aku memutuskan pergi walau itu tak mungkin  terjadi
Entah salah atau benar keputusanku itu, tapi yang jelas telah kusuarakan pada kekecewaan yang begitu menikam di kalbu.

Thursday, August 15, 2019

Cinta Seorang Ibu


Di dunia ini tidak ada cinta
Yang setulus dan semurni cinta Ibu
Di dunia ini tidak ada hal yang paling berharga
Kecuali senyuman dan semangat dari sang ibu
            Begitu pentingnya peran ibu
            Sehingga tidak ada yang sanggup
            Untuk menggantikanya
            Oh ibu...
            Tahukah kau
            Kau itu bagaikan permata ketenangan hati
            Jika kau hancur hatikupun terasa hancur
Oh ibu...
Ku mohon dekatlah selalu denganku
Agar saat ada petir nanti
Aku bisa memelukmu
            Ibu, semua yang kau lakukan untukku
            Tidak akan pernah bisa ku balas
            Sampai kapanpun juga
            Ibu, yang bisa ku berikan saat ini
            Hanyalah do’a untukmu.
walau aku belum bisa memberikan kebahagiaan untukmu,
setidaknya aku tak menyakiti hati dan perasaanmu.

Sahabat

Sahabat... Pergilah kalian menuju sebuah impian Lalu tumpahkanlah segala kerinduan yang telah terlewatkan bawalah mereka pada titik temu...